Hari senin lalu (tanggal 18 February 2008) saya sudah mendapatkan film Ayat Ayat Cinta dari seorang teman. Tapi belum sempat nonton, sampai akhirnya kemarin (tanggal 19 February 2008) dapat waktu juga untuk nonton. Memang film Ayat Ayat Cinta baru akan tayang di bioskop tanggal 28 February 2008 nanti, entah kenapa film ini sudah beredar file-filenya. film ini terdiri atas 3 file multimedia dengan format AVI. Terlihat pada film ini masih ada timer-nya. Bisa dilihat pada gambar berikut :
Tapi saya tidak akan membahas bagaimana film ini bisa bocor, tetapi posting ini adalah SPOILER, jadi bagi yang tidak suka mendengar bocoran cerita film ini segera saja enyah dari halaman ini. Dan juga jangan ceramah soal pembajakan karena saya sudah nonton duluan
Berharap film ini sebagus bukunya? Jangan harap, tidak akan ada haru, tidak ada air mata bahkan tidak ada soul-nya yang akan dilihat pada film ini, yang ada hanya soul sinetron yang sering anda saksikan di televisi. kenapa?
Pertama, alur ceritanya dibolak balik tidak tentu arah. Contoh saja, cerita Maria, kalau di buku anda akan segera tahu bahwa Maria bukan muslimah dan Maria adalah wanita yang sangat suka akan Al Quran. Di film ini, bagi penonton yang belum pernah baca bukunya akan berprasangka kalau Maria memang muslimah, dan ketika Maria mengetahui Fahri menikah baru terlihat adanya simbol-simbol agama lain di rumah Maria termasuk ada tato di tangan Maria. Bagaimana Maria meratap di depan simbol itu, dan bisa-bisa membuat penonton yang belum membaca bukunya akan beranggapan Maria frustasi dan pindah agama [extreme bgt ya? eheheh...ngga bakal seperti itu mungkin anggapan penonton]. Keluarga Maria yang terlihat cuma ibunya, tidak ada adik dan ayah Maria. Ibu Maria adalah single parent
Aisha? Rianti sepertinya belum mendekati karakter Aisha. Muka jerman mungkin iya, tapi suara dan tingkah laku Aisha (Rianti) tidak seperti di buku. Mungkin image Rianti yang dikenal sebagai pemeran wanita gaul masih melekat (dari cara ngomong, bukan dari dandanan). Atau ini karena skenario yang menuntut Rianti berlaku seperti itu, contoh Rianti sangat cemburuan, mengungkit-ungkit cerita masa lalu Fahri dengan Nurul atau Maria. Tipikal sinetron India banget
Cerita Nurul juga .. hmm….no comment lah.
Yang paling parah adalah cerita ‘tambahan’ yang dibuat oleh sang pembuat film. Di buku, kita akan mendapati klimaks ceritanya ketika Fahri harus menikahi Maria atas permintaan Aisha (disini juga tidak ada keiklasan yang saya tangkap seperti yang ada di buku), kemudian Maria datang kepersidangan dan Fahri bebas. Dilanjutkan meninggalkanya Maria.
Di film yang terjadi adalah, cerita di atas (cerita meninggalnya Maria tidak termasuk), terjadi di pertengahan film. Jadi menikahnya Fahri dengan Maria dan bebasnya Fahri terjadi pada pertengahan film. Kemudian 1/2 film berikutnya dilanjutkan cerita kehidupan Fahri dengan 2 orang istri. Cerita Maria dan Aisha yang saling berebut perhatian dengan Fahri atau saling cemburu….sinetron banget, untung tidak tidak ada adegan mistik seperti keluarnya hantu, kalau itu terjadi ampun dah, pas banget dengan sinetron.
Di akhir cerita, baru diceritakan sakitnya Maria dan meninggal. hmm…
Tambahan, kalau dibuku saat Fahri di penjara dia bertemu dengan orang-orang yang juga di fitnah sehingga masuk penjara. Di film, yang ada hanya 1 orang yang (saya sendiri juga ngga ngerti, siapa orang ini, karena tidak ada penjelasannya) suka tertawa-tawa keras (seperti keledai), berteriak-teriak.
Hmmm…apalagi ya? Itu saja dulu, hati ini masih merasa kecewa dengan film ini