Ada kalimat yang sering kita dengar, entah itu :
“Gunakan hari sehatmu sebelum datang hari sakitmu . . . dst“
“Bila sedang beribadah, anggap hari ini adalah hari terakhirmu agar khusyu ibadahmu, dan berpikirlah kita akan hidup seribu tahun lagi saat sedang berkerja untuk urusan dunia…agar semangat kerjamu“
Bagiku…Hari ini hari terakhirku, dan tidak ada hari esok, maka lakukanlah sebaik mungkin untuk hari ini.
Apa yang sering aku lakukan? Ternyata bukan seperti kalimat-kalimat di atas, aku sering menunda-nunda sesuatu. Entah itu untuk datang ke klinik untuk berobat, entah itu saat aku diberikan buku oleh manisku dan aku selalu tidak mempunyai waktu untuk membaca buku pemberiannya. Entah itu aku selalu sok ‘miskin’ dan tidak merasa cukup untuk mengajak dia menjadi teman aku untuk menghabiskan waktu bersama. Dan masih banyak lagi.
Itukah manusia? Atau itu cuma aku? Memang terlambat tetapi hari ini…semua itu harus diperbaiki. Masih ada kesempatan untuk menyatakan “hari ini hari terakhirku, tidak ada hari esok dan harus melakukan yang terbaik, jangan menunda apa yg ada di depan mata”.
Aku ingin menunjukkan yang terbaik yang bisa aku lakukan, aku akan membuktikan aku bisa hidup dmana saja, aku akan membuktikan kalau rejeki setiap orang itu sudah ada dan tinggal usaha untuk mengambilnya. Aku akan membuktikan kalau { everywhere is possible }