Arsip Bulanan: September 2008

Pada kamera DSLR termurah dengan kualitas bagus seperti Nikon D40 sudah tersedia lampu flash built-in. Lampu flash built-in ini sangat berguna ketika sedang berada dalam ruangan yang kekurangan cahaya. Tetapi tetap gunakan lampu flash built-in dengan bijak karena bila tidak digunakan dengan bijak akan berjatuhan korban?

Korban? Ini yang gw maksudkan dengan korban. Berikut 2 foto yang gw ambil dengan menggunakan flash berkuatan tinggi.

DSC_0596 DSC_0414

Korban pertama, sang model langsung terlihat ngantuk karena matanya ditusuk oleh kekuatan lampu flash built-in. Sedangkan foto kedua korban yang jatuh adalah wanita dengan menggunakan baju dengan bahan sejenis untuk sweater (cmiiw), lampur flash yang terlalu kuat seperti menembus baju sang wanita. Membuat foto kurang menarik.

Oleh karena itu kekuatan lampu flash built-in pada Nikon D40 ini mesti diatur kekuatannya sesuai dengan keadaan lingkungan.  Dan beruntung sekali, lampu flash built-in pada Nikon D40 ini dapat diatur kekuatannya. Dan karena gw sering bekerja pada mode manual (M) maka hampir semuanya di atur sendiri termasuk kekuatan cahaya flash.

Untuk mengatur kekuatan cahaya flash, maka dapat dilakukan dengan langkah berikut ini.

Pertama, apapun mode yang anda pilih, dengan menekan tombol “info” seperti digambar ini :

wp1   

hasilnya akan mengeluarkan tampilan berikut :

wp2 

Pada gambar di atas dapat dilihat lingkaran berwarna biru. Area yang dilingkari tersebut adalah nilai yang menyatakan “kekuatan” cahaya yang dikeluarkan oleh lampu flash.  Range nilai adalah -3 sampai dengan +1.

Selanjutnya tekan tombol berikut ini untuk mengubah-ubah konfigurasi :

wp3 

Setelah itu kita dapat dilihat tampilan seperti berikut :

wp4

Tinggal ubah-ubah nilainya dengan menaikkan dan menurutkan sesuai dengan kebutuhan dengan cara menekan tombol up dan down yang terlihat pad gambar.

wp5 

Tekan tombol OK setelah nilai yang diingikan telah didapat.

Berikut ini contoh hasil jepretan dari nilai flash compensation +1 sampai -3.

wp6

Sebagai keterangan, kipas angin ini berada di dalam ruangan yg sangat gelap.

Apakah setiap pengambilan foto pada ruangan yang kurang cahayanya harus menggunakan bantuan cahaya flash? Untuk itu mungkin bisa dilihat contoh kedua gambar berikut.

DSC_1004 

Foto di atas di ambil dengan menggunakan bantuan cahaya flash. Terlihat kulit menjadi sedikit bersinar, begitu juga bagian belakang terlihat lebih terang akibat cahaya flash. Warna wanita berbaju baju pink juga terlihat menjadi lebih bercaya. Dan ini kurang menyenangkan bagi gw.

Sedangkan gambar berikut diambil tanpa menggunakan cahaya flash.

DSC_1012

Tidak menggunakan flash tetapi foto ini menggunakan shuter speed yang lambat, lensa terbuka selama 1 detik untuk mengambil gambar ini. Artinya objek tidak boleh bergerak selama pengambilan gambar. Kalau terjadi gerakan objek saat pengambilan gambar maka yang terjadi adalah gambar menjadi goyang seperti yang terlihat pada kedua objek pria.

Sekian untuk kesempatan ini…mau belajar lagi menggunakan D40. Selamat mencoba

Manisku, malam ini aku ingat kamu…

Tidak sayangku, aku BOHONG. Tidak hanya malam ini manisku….tetapi SETIAP SAAT.

Setiap tasbih yang aku ucapkan, aku ingat DIA dan juga dirimu.

Setiap tangkung tanganku untuk berdoa kepadaNYA, aku ingat kamu dan aku kirimkan doa terbaik untukmu.

Setiap aku mendengar angka kita, aku ingat kamu manisku.

Setiap mataku melihat dunia pertama kali, aku ingat raut wajahmu, senyum manismu.

Setiap mataku ingin menutuh untuk beristirahat melihat dunia, aku ingat dirimu dan saat-saat kita bersama dulu.

Setiap tanganku mendengar ringtone kita, aku selalu bersemangat untuk menyapa mu dengan sayangku manisku.

Aku ingat kamu, kemarin, sekarang, nanti….begitu juga rasa sayangku kepadamu manisku.

Seorang pria sangat sayang kepada kekasihnya dan berjanji untuk membahagiakan kekasihnya, memuja kekasihnya, memanjakan kekasihnya..

Subuh….

Si pria berjanji untuk membangunkan kekasihnya dengan ciuman di kening dan dan belaian lembut ke dahi, sambil membisikkan :

“Bangun sayangku….kita shalat subuh bersama ya…”

Begitu sang kekasih mulai membuka matanya, sang pria memberikan kecupan sayang di kedua mata sang kekasih dan mengecup hidung sang kekasih dengan mesra. Begitu sebagian nyawa sang kekasih kembali ke raganya, sang pria memberikan segelas air putih untuk menyegarkan raga sang kekasih. Dan pria menunggu senyum dari bibir sang kekasih.

Sang pria menawarkan punggungnya untuk dinaiki sang kekasih menuju tempat berwudhu untuk membersihkan raga agar suci dan siap menghadap Sang Arsitek Dunia. Sang pria dan kekasihnya siap untuk berjamaah menyembah Sang Serba Maha.

Sesudahnya…sang kekasih dengan manja tidur di atas paha sang pria yang masih duduk di atas sajadah. Tangan kiri sang pria membelai kepala sang kekasih yang masih bertudungkan mukena. Tangan kanan sang pria membuka Qur’an. Bibir sang pria dengan pelan membaca baris demi baris rangkaian kalimat Sang Arsitek Dunia tersebut untuk menyiram hati sang kekasih…menenangkan hati sang kekasih yang sudah lama tertekan…menyegarkan kembali hati sang kekasih…memberi semangat untuk sang kekasih…mengembalikan senyum sang kekasih. Sang kekasih tertidur dengan tenang dengan senyum yang masih tergambar dibibirnya.

Sang pria mengangkat sang kekasih ke kasur yang empuk dan menarikan selimut untuk sang kekasih agar tidak diganggu dingin. Tangan sang pria membelai pipi sang kekasih. Hanya dengan melihat senyum kembali terbentuk di bibir sang kekasih membuat sang pria sangat bahagia.

Pagi….

Menu pagi ini adalah nasi goreng dan  ikan sarden buatan sang pria. Ini adalah menu favorit mereka, bukan karena ini adalah menu terbaik, tetapi karena ini adalah menu kenangan. Menu yang akan mengobati luka sang pria dan kekasihnya, menu yang akan mengembalikan kenangan indah waktu mereka bersama dan belum terpisahkan. Menu yang diharapkan mengembalikan raga sang kekasih kembali seperti dahulu.

“Aaaaaaaaaaaaaaa….”, ucap sang pria sambil mengarahkan sendok yg berisi nasi goreng dan sedikit ikan sarden ke arah mulut sang kekasih. Sang kekasih makan dengan semangat.

“Aaaaaaaaaaaaaaa…..”, kembali sang pria mengarahkan sendok ke arah mulut sang kekasih….tetapi belum sempat sendok menyentuk bibir sang kekasih, justru bibir sang pria mengecup hidup mungil sang kekasih. Sang kekasih mencubit lengan sang pria dengan manja, sambil tersipu malu.

Malam….

Ada permainan yang dulu selalu dimainkan oleh sang pria dan wanita….permainan untuk menunjukkan betapa sayangnya sang pria terhadapa kekasihnya, atau sebaliknya. Sang pria suka menuliskan kata SHMILY dibuku-buku yang diberikan kepada sang kekasih. Menulis di setiap halaman yang mempunyai angka berarti bagi mereka berdua. Angka yang kadang menjadi angka sial bagi sebagian orang….angka yang mengandung 13, 23….selain itu angka netral yaitu 90.

SHMILY…..See How Much I Love You.

Itu yang akan dilakukan oleh sang pria setiap hari….subuh, pagi, siang, malam…sampai hati sang wanita sembuh, sampai senyum kembali melengkung di bibir sang wanita dengan iklas, sampai genggaman jemari sang wanita kembali hangat, sampai kebahagiaan menyentuh sang wanita.

Janji-janji dan rencana masa lalu….

Sang pria dan wanita dikasihinya mempunyai banyak rencana….bila kesempatan itu datang kembali sang pria berjanji untuk memenuhi janji-janji & rencana masa lalu itu untuk sang wanita, untuk kejutan, untuk obat luka-luka sang wanita.

Japan

dan Sampireun untuk memanjakan sang wanita.

“Manisku….sampai ketemu lagi”, ucap sang pria.