Arsip Bulanan: Januari 2009

Aku ingin bertemu dengan kamu lagi Manisku…

Aku ingin melihat dan mengelus pipi chubby kamu lagi Manisku…

Aku ingin membelai rambut panjang kamu lagi Manisku…

Aku ingin mengenggam tangan kamu lagi Manisku…

Aku ingin menggandeng kamu lagi saat kita berjalan berdua…

Aku ingin bisa melihat senyum kamu lagi Manisku…

Aku ingin bisa mencium kening kamu lagi Manisku…

Aku ingin bisa memeluk kamu lagi Manisku…

Aku ingin bisa bercanda dengan kamu lagi Manisku…

Aku kangen kamu Manisku…

Dulu ada acara reality-show dari luar Indonesia dengan judul ‘For love or money, acara bercerita sekelompok wanita yang sedang mencari cinta seorang lelaki, setiap minggunya sang lelaki akan memilih beberapa sang wanita yang harus keluar dari acara tersebut. Oleh karena itu para wanita mesti bersaing untuk mendapatkan hati sang pria agar selalu berada dalam acara ini sampai akhir dan akan mendapatkan uang yang besar. Menarik? Nyata? Sayangnya itu cuma skenario, untuk menarik penonton.

Bagaimana dengan Indonesia?

SAMA

Program-program TV di Indonesia saat ini sudah banyak yang memproduksi acara bertitle ‘reality show’. Dan penuh dengan ’skenario’. Cuma ingin menjual air mata, eksploitasi kemiskinan kesedihan dan emosi. Sampai-sampai kekerasan.

Jhon Pantau…..sekarang sudah terlihat ada aksi kekerasan dari objek yang di-’pantau’, sebegitu gampangkan kekerasan diIndonesia ini terjadi bahkan di depan kamera pun? Atau itu hanya skenario untuk membuat acara ini lebih punya ‘greget’ ?

Aku bosan menjadi pegawai……acara ini bercerita bercerita seorang pria yang ingin berusaha sendiri seperti berjualan or apa saja. Hari ini gw melihat cerita seorang seorang yang ingin berusaha menjadi penjual burger keliling. Ada apa di episode ini? Pertama, cerita seorang yang tiba2 datang dan marah2 ke sang punya pabrik burger….kereeen momen yang keren, uuups….jangan2 cuma skenario. Cerita sang pemuda berkali2 menjatuhkan roti burger yang baru saja di-oven dan dimarahi oleh sang pemilik pabrik burger….keren pengambilan angle kameranya sempurna momennya juga……uuups ini jangan2 juga skenario.

Termehek-mehek…….dulu acaranya sekitar cinta dan pencarian, gw tau acara ini bukan cerita liputan pencarian sesungguhnya, dengar2 ini cuma cerita seseorang dan akhirnya semuanya diperankan oleh model. Dulu sering bercerita untuk mengumbar air mata dan emosi…sekarang? Lebih keren….sudah ada cerita preman, kekerasan dan pengeroyokan kalau perlu. Momen atau skenario?

Playboy Kabel……ah ini lagi…ini acara apaan ya? biasanya diakhir acara sang pembawa acara mencoba menarik2 emosi sang korban keluar…ngga wanita atau pria, pokoknya di akhir acara harus ada perkelahian….ciaaaaaaaaaat….Momen atau skenario?

Ada lagi? wah masih banyak lagi…..

Bagaimana dengan Golden Ways-nya Mario Teguh? Kalau ini ZUPEEEEEEEEEER!!! Salah super buat yang membaca tulisan ini, semoga anda bisa mencari momen yang ZUPEEEEEEEEEEER…..hunting lagi yuk, motret lagi yuuuk.

bidadari yang ku nanti
kenapa baru sekarang
kita dipertemukan

sesal kan tiada arti
karna semua tlah terjadi
kini kau tlah menjalani
sisa hidup dengannya

mungkin salahku melewatkanmu
tak mencarimu sepenuh hati
maafkan aku

kesalahanku melewatkanmu
hingga kau kini dengan yang lain
maafkan aku

tak berulang kembali
kau tak akan terlewati
segenap hati ku cari
dimana kau berada

walau ku terlambat
kau tetap yang terhebat
melihatmu, mendengarmu
kau lah yang terhebat

 

“memang salahku melewatkanmu….kesalahanku melewatkanmu hingga kini engkau dengan yang lain…kesalahan ini tidak akan terulang lagi manisku, kesalahana ini akan aku tebus bila DIA memberi jalan yang baru buat kita. Jalan yang bisa aku gunakan untuk memanggul beban berat yang kamu pikul. Jalan yang bisa aku gunakan untuk membuat bibir kamu melengkung lagi untuk tersenyum. Kau selalu terhebat Manisku…Kau selalu ada di ruang-ruang dalam hatiku Manisku.”

Sampai ketemu lagi Manisku