Awalnya….{suatu saat di masa lalu}
Marsha menyiramkan bensin ke tubuh Noe yang sedang duduk di suatu cafe.
“Hey!!…ada apa ini?”, Noe.
“KAMU…KAMU JAHAT..”, Marsha.
“Ntar…ntar…ntar…Kamu siapa? Kamu…”, Noe.
“AKU ADALAH KAMU…! KITA DULU ADALAH SATU…!!!”, Marsha.
“Ntar dulu….ntar dulu…! Coba jelaskan, salah aku apa?”, Noe.
“KAMU SUDAH NINGGALIN AKU..!!! KENAPA NOE. KENAPA?”, Marsha.
Cerita maju ke masa depan, ketika Marsha bertengkar dengan pacarnya. Noe melihat tangan sang pacar memukul wajah Marsha.
Noe menolong Marsha.
“Ngga sampe di logika aku…Kenapa mahluk yang sangat mulia bernama wanita mau diperlakukan kaya gini?”, Noe.
“Abis gimana? Udah ’sayang’..!!”, sembari Marsha mengunakan jari kedua tangannya untuk memberi tanda kutip pada pada sayang yang baru dia sebutkan.
“Kaya ‘Drugs’ ya? Tapi bukan berarti gak bisa sembuh kan?”, Noe. “Aku Noe”, Noe memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya kepada Marsha.
“Marsha..”, Marsa membalas uluran tangan Noe.
Cerita kembali ke masa lalu, saat Marsha menyiram bensin ke tubuh Noe.
“Kamu datang tepat di saat aku butuh seseorang yang….SESEORANG YANG SEPERTI KAMU…!!”, teriak Marsha.
“Maafin aku…kalau emang aku pernah nyakitin kamu…”, Sahut Noe. “Tapi aku bener-bener gak kenal kamu.”
“BOHONG..!!!”, teriak Marsha lebih keras lagi. “KAMU UDAH NINGGALIN AKU..”, air mata Marsha makin deras mengalir.
Cerita kembali ke masa depan, masa-masa bahagia Noe dan Marsha.
“Aku hilang tanpamu…”…Noe mencium kepala Marsha, dan aroma wangi menjalar menggelitik saraf-saraf Noe..meningkatkan rasa sayangnya kepada Marsha.
. . . .
“Seharusnya mereka bikin satu kata baru…yang benar-benar bisa menjelaskan apa yang aku rasain ini. Satu kata di atas kata Sayang…di atas kata Cinta. Satu kata yang artinya lebih dari semua kata yang telah ada. Karena kata Cinta ngga akan cukup mewakili apa yang aku rasain sekarang.”, ucap Marsha bersemangat. Dengan senyum….lengkungan yang mampu meluruskan segalanya. Dengan cinta….dihadapan Noe. Noe memandang tingkah Marsha dengan senyum juga, memberikan lengkungan yang untuk meluruskan dan meyakinkan cinta dan sayangnya kepada Marsha.
“Terlalu berat buat manusia biasa untuk mengerti dan menjalani Cinta. Tapi yang pasti…perkawinan dengan cinta akan berlangsung selamanya. Karena CINTA adalah HAKIKI.”, Noe menarik tangan kiri Marsha dan memasukkan lingkaran, cincin, ke jari manis Marsha.
Cerita kembali ke masa lalu,
“AKU BUKAN APA-APA TANPAMU..!! AKU HILANG TANPAMU.”, lanjut Marsha.
“Kasih aku satu alasan kenapa aku ninggalin mahluk seindah kamu.”, pinta Noe.
Cerita kembali ke masa depan,
Sepucuk surat sudah berada di meja yang ditujukan kepada Marsha.
Marsha mengambil dan mulai membaca surat itu.
“Untuk Marsha, cahayaku…
Ngga ada kata yang bisa aku sampaikan selain maaf dan terima kasih karena sudah memberikan arti di hidupku yang sempit ini.
Aku harus pergi…bukan untuk meninggalkanmu tapi hanya terlepas darimu.
Jika kamu yakin akanku, memang inilah yang terbaik untuk dijalankan.”
{Saat surat itu ditulis, darah keluar dari hidung dan mulut Noe dan menetes di kertas surat yang sedang Noe tulis.}
Masha menangis sejadi-jadinya setelah membaca surat itu. Orang yang sangat dia sayangi meninggalkan dia. Sakit apa Noe sebenarnya sampai-sampai harus meninggalkan dirinya. “Walau Noe sakit, kenapa harus menginggalkan aku…”, pikir Marsha.
Hari-hari Marsha diselimuti sedih, dan akhirnya dendam kepada Noe.
“Kalau aku bisa kembali ke masa lalu, aku akan bunuh kamu sebelum aku bertemu dengan kamu”, sumpah Marsha.
Dan akhirnya permintaan itu terkabul.
Cerita kembali ke masa lalu,
“Jadi kamu datang dari masa depan untuk membunuh aku?”, tanya Noe.
“Kamu gak tau betapa tersiksanya aku tanpa kamu!”, ucap Marsha sambil menahan sedak di dada.
“Maafkan aku atas semua kesalahan yang belum aku perbuat. Aku tidak pernah ingin menyakiti siapapun”, ucap Noe pasrah.