Sembilan Puluh Hari, kalimat dan momen yang mestinya menjadi awal kelahiran aku yang baru. Sembilan Puluh Hari, yang menyenangkan bagi aku namum bagi sebagian orang mungkin melelahkan.

Sembilan Puluh Hari, Dulu…

Sembilan Puluh Hari untuk meneriakkan kalau aku itu ada dan pantas.

Sembilan Puluh Hari, Kini…

Sembilan Puluh Hari untuk dikenang dan diingat setiap hari ke-13 datang.

Sembilan Puluh Hari, Nanti…

Sembilan Puluh Hari untuk diharapkan kembali. Sembilan Puluh Hari untuk menanti harapan itu datang kembali.

Satu komentar

  1. :)


Tulis sebuah Komentar

*
*