Sembilang Puluh Hari


Ini lagu Dewa 19 :

Melintasi malam, Diperjalanan dibatas kota
Menghayati senja – senja, Waktu berdua kamu
Berjalan bergandeng tangan, Dibibir pantai
Berlumuran pasir
Mengagumi ombak – ombak yang restui cinta kita

Sembilan hari bersamamu
Mereguk surga cinta berdua
Sembilan hari awal janji kita
Terbersit jadi nyata

Menggapai senyummu
Di fajar yang sambut datangnya pagi
Perlahan kucium mesra Pipi kiri kanan
Kau sandarkan kening didada
Di hembusan angin udara pegunungan
Kau peluk erat di tetes air matamu

Kau genggam jemari tanganku
Diantara setir dan lelah mataku
Kupastikan kau bahagia saat itu

Malam itu, adalah akhir dari “90 hari”, jawaban dia adalah memilih untuk mau berada disisi aku. Setelah “90 hari” aku meminta, setelah “90 hari” aku menunggu, setelah “90 hari” aku berusaha. “90 hari” yang bukan 90 hari secara harfiah. “90 hari” adalah istilah dari waktu yang aku gunakan untuk meyakinkan hati dia untuk bisa kubelai, kurawat, kusirami dan aku beri ketenangan.

Malam itu, melintasi malam kami sudah berjalan bersisian. Tidak ada lagi aku, tidak ada lagi kamu, yang ada hanya KAMI (tentu saja bukan gerakan 66).

Keinginan kami setelah “90 hari” ini aku bisa memberikan surga kepadanya, bisa mencium pipi cubi dia, memberi dadaku sebagai sandaran kening dia.

Kupastikan kau bahagia, adalah janjiku dulu dan sekarang ataupun nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s